Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang masuk pasar
kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul
mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi
yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar
kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala
kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan
mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala
kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan
baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan
meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan
untuknya sebuah rumah di surga – ”[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan sangat besarnya keutamaan
dan pahala orang yang membaca zikir ini ketika masuk pasar[2].
Imam ath-Thiibi berkata, “Barangsiapa yang berzikir kepada
Allah (ketika berada) di pasar maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang
yang Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,
“Laki-laki yang tidak dilalaikan
oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah,
mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di
hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang
demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang
lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah
karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang
dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)[3].
Beberapa faidah
penting yang terkandung dalam hadits ini:
– Yang dimaksud dengan pasar adalah
semua tempat yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam
barang dagangan[4], yang ini mencakup pasar tradisional, pasar modern, super
market, mall, toko-toko besar dan lain-lain.
– Pasar adalah tempat berjual-beli
dan tempat yang melalaikan orang dari mengingat Allah Ta’ala karena kesibukan
mengurus perdagangan, maka di sanalah tempat berkumpulnya setan dan bala
tentaranya, sehingga orang yang berzikir di tempat seperti itu berarti dia
telah memerangi setan dan tentaranya, maka pantaslah jika dia mendapat pahala
dan keutamaan besar yang tersebut dalam hadits di atas[5].
– Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Tempat yang paling dicintai Allah adalah mesjid dan yang
paling dibenci-Nya adalah pasar”[6].
– Seorang muslim yang datang ke
pasar untuk mencari rezki yang halal, dengan selalu berzikir (ingat) kepada
Allah Ta’ala dan meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan-Nya, maka ini
adalah termasuk sebaik-baik usaha yang diberkahi oleh Allah Ta’ala, sebagaimana
sabda Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh sebaik-baik rizki yang
dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri (yang halal)” [7].
– Zikir ini lebih utama jika
diucapkan dengan lisan disertai dengan penghayatan akan kandungan maknanya
dalam hati, karena zikir yang dilakukan dengan lisan dan hati adalah lebih
sempurna dan utama[8].
– Ada hadits lain yang mirip dengan
hadits ini, cuma dalam hadits tersebut ada tambahan di akhir zikir tersebut di
atas: laa ilaaha illallahu wallahu akbar…, hadits tersebut adalah hadits palsu,
sebagaimana keterangan syaikh al-Albani dalam kitab “adh-Dhaa’iifah”
(no. 5171).
Sumber: muslim

Tidak ada komentar
Posting Komentar